Sunday, April 9, 2017

MotoGP Argentina: Vinales Takut dengan Kecepatan Marquez - Rossi


MotoGP Argentina: Vinales Takut dengan Kecepatan Marquez - Rossi


Santiago del Estro - Marc Marquez tentu menjadi target utama Maverick Vinales untuk dikalahkan pada MotoGP Argentina 2017. Namun, bukan berarti Vinales mengabaikan Valentino Rossi. Berkaca dari kualifikasi, kecepatan Rossi membuat Vinales juga khawatir.

Bagi Vinales, hasil pada kualifikasi MotoGP Argentina 2017 di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Sabtu (8/4/2017), adalah sebuah penurunan. Padahal, ia mampu menunjukkan kecepatan terbaiknya sejak latihan bebas pertama.

Marquez Kunci Pole Position MotoGP Argentina
Setelah menjadi yang tercepat pada latihan bebas pertama dan kedua, catatan waktu pembalap berusia 22 tahun itu pada latihan bebas ketiga masih berada di urutan kedua. Kemerosotan Vinales dimulai pada latihan bebas keempat. Pada akhirnya, ia akan memulai balapan MotoGP Argentina dari posisi keenam.

"Saya tak kecewa. Kami sedikit berjuang dengan grip belakang dan saya tidak tahu kenapa. Saya merasa beberapa hal aneh saat melintas di trek basah, sama sekali berbeda dari kondisi kering. Jadi, kami harus menganalisanya," ujar Vinales

Sesi kualifikasi MotoGP Argentina 2017 sendiri berjalan dalam kondisi basah. Situasi itu seperti mengabulkan permintaan Vinales yang merasa penasaran balapan dengan motor Yamaha di lintasan basah. Ternyata, hasilnya tak memuaskan seperti saat ia mengendarai Suzuki.

Pada sesi kualifikasi, catatan waktu Vinales tertinggal 1,706 detik dari Marquez yang merebut pole position. Namun, Vinales juga khawatir dengan kecepatan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Rossi, yang start dari urutan ketujuh dengan selisih 0,054 detik.

Berbeda dengan Vinales, lintasan basah justru sedikit menguntungkan Rossi untuk memulai balapan dekat dari barisan depan. "Saya pikir kami masih harus bekerja. Ini adalah kali pertama saya naik Yamaha dalam kondisi hujan. Jadi, ada banyak pekerjaan terkait settingan dalam lintasan basah," ucap Vinales.

"Pada akhirnya, saya menjadi pembalap Yamaha terdepan dan Valentino selalu sangat cepat dalam basah. Jadi, saya cukup puas dan percaya diri. Ini hanya soal baris kedua. Dari posisi itu, saya juga bisa berjuang untuk kemenangan saat balapan," Vinales menambahkan

MotoGP Argentina: Vinales Bahagia Start di Depan Rossi

MotoGP Argentina: Vinales Bahagia Start di Depan Rossi


Vinales

Maverick Vinales mengaku sangat senang mendapatkan pengalaman menunggangi YZR-M1 ketika lintasan dalam kondisi basah. Suasana bahagia makin terasa saat pembalap anyar Yamaha ini mengetahui jika rekan setimnya Valentino Rossi berada di belakangnya.

Pada sesi kualifikasi jelang MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu, (9/4/2017) dinihari WIB, Vinales berada di urutan keenam dengan catatan waktu 1 menit 49.218 detik. Dia lebih cepat ketimbang Rossi yang nangkring di posisi ketujuh dengan 1 menit 49.272 detik.

"Saya senang karena saya pikir kami melakukan pekerjaan yang baik di MotoGP Argentina. Sangat penting untuk menjadi Yamaha pertama, karena kami tahu bahwa Valentino adalah seorang pembalap di lintasan basah. berada di depannya adalah hasil yang baik dan itu berati kami telah melakukan pekerjaan yang baik," ungkap Vinales seperti dikutip dari Tuttomotori.

Sekarang Vinales untuk mempersiapkan strategi untuk balapan seri kedua nanti. Salah satu hal yang menjadi fokus utamanya adalah menemukan solusi yang tepat pada perangkat elektronik dan ban Michelin pada sesi pemanasan sebelum balapan dimulai.

Karena kondisi cuaca benar-benar sangat menentukan balapan nanti. "Saya merasa nyaman dengan motor dan kami akan meningkatkan masalah pada bagian elektronik dan traksi. Pada akhirnya kami telah melakukan pekerjaan yang bagus. Start dari posisi keenam tidak buruk, bagaimana pun kami masih bisa bertarung untuk meraih kemenangan di MotoGP Argentina," tutup Vinales.

Five things the Galaxy S8 does better than the LG G6

galaxy s8

LG g6


Five things the Galaxy S8 does better than the LG G6


The Galaxy S8 is a good deal more expensive than the LG G6. Here are five things that (sorta) justify the cost...
Samsung and LG's Android flagships, the G6 and Galaxy S8 are set to go head-to-head in the coming weeks, in what'll be one of the biggest Android rivalries of the year. This year, both manufacturers are targeting slightly different price points for their high-end offerings, with the G6 selling for $100 (or more, depending on your carrier) less than the GS8.
So what does Samsung bring to the table to (potentially) justify that extra cash? Let's take a look...

1. Wireless charging everywhere


While only the U.S. and Canadian LG G6 models have wireless charging, Samsung's latest flagship lets you charge without cables wherever in the world you are. That's not a big deal for American and Canadian customers, but if you're buying anywhere else, wireless charging is only available in the GS8, not the G6.
Wireless charging has been a staple Galaxy feature going back to 2015's GS6, and the company's latest devices also offer extra-quick wireless recharges thanks to built-in fast wireless charging.

2. More biometric security options


It's no secret that the Galaxy S8's fingerprint sensor is in kind of an awkward place, but at least you've got other option for securing your device. The Galaxy S8 has iris scanning built in, and it's significantly faster and less finicky than in last year's Note 7 (RIP), using the unique patterns of your irises to secure your device.
Next is facial recognition — less secure, but more convenient — which has actually been part of Android for years, but which on the GS8 is significantly quicker and less fiddly. (It's worth noting that you can't use iris recognition and face recognition at the same time.)
But hey, at least the G6, with its single biometric security offering, puts that fingerprint scanner in a place you can actually reach.

3. More CPU horsepower and efficiency


This one's pretty cut-and-dry. The LG G6 ships with the proven, but aging, Snapdragon 821, while the Galaxy S8 will be the first to ship with the newer Snapdragon 835 in the U.S. (Most other countries get Samsung's own Exynos 8995 chip.) Both processors are based on a new 10nm manufacturing process, which is more power-efficient than the 14nm process that the 821's built on. Which means that, all other things being equal, the GS8 should be able to do a little bit more with a little less power (and heat) than the G6.
Qualcomm also highlights performance improvements across the board, as you'd expect from a generational jump forwards in SoCs.

4. 64GB storage as standard


Another of the G6's weird geographic differences sees Asian consumers getting a phone with roomy 64GB of storage, while Europe and America are left with an adequate (but only just) 32GB, without any larger storage option. For that reason, you'll definitely want to invest in a good microSD card if you plan on picking up a G6 in the West.

5. VR and desktop dock


Samsung has built out a considerable selection of accessories around its Galaxy phones in recent years, and on the GS8 the two main attractions are the Gear VR headset (now with a controller) and the DeX desktop dock.
While the GS8 doesn't work with Google's Daydream VR, the company's own VR platform is well established, with major content creators backing the Oculus-partnered service. And with the addition of a controller in the new Gear VR for the Galaxy S8, there are even more gaming possibilities.

And then theres DeX, Samsung's desktop dock, which is as much a showcase of the power of the handset as anything. Plus your GS8 into the DeX dock (and a monitor, mouse and keyboard, naturally), and you've got a basic desktop computer. Samsung has partnered with Adobe and Microsoft to bring scaled apps to DeX, and windowed versions of your Android apps are available too.

Both of these features are exclusive to the GS8 right now, with nothing similar announced for the G6.

#android #androidnougat #samsung #galaxys8 #galaxys8plus #lg #lgg6 #unpacked2017 #mwc2017

Sunday, April 2, 2017

Kecelakaan beruntun terjadi di Tanjakan Emen Subang, Minggu (2/4/2017).

Mediansyah adalah korban Kecelakaan di Tanjakan Emen, Komunitas Starlet Bandung Berduka
.


 SUBANG - Kecelakaan beruntun terjadi di Tanjakan Emen Subang, Minggu (2/4/2017).


Satu korban tewas, pengendara sepada motor Mediansyah Akka Perdana (30), warga Buah Batu ternyata Ketua Indonesia Starlet Club (ISC) BandungRekan korban mengaku kaget dengan peristiwa yang dialami Mediansyah ini. Seperti disampaikan salah satu rekan korban, Dadang Ahadiat.

“Saya sangat kaget, karena belum lama ini beliau mengundang SSG Bandung untuk ikut berpartisipasi dalam acara ulang tahun ISC Bandung yang ke-18 pada 1 April,” ujar Senior Starlet Sharing Group (SSG) Bandung itu.

“Meidi itu ketua club starlet besar di Bandung tapi beliau sosok yang rendah hati, atau tidak besar kepala. Ia sosok yang bisa merangkul dan menjaga hubungan baik dengan komunitas starlet lainnya,” ujarnya.

“Kami atas nama SSG Bandung turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah. Kami dan yang lainnya pasti merindukan sosok seperti Meidi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan melibatkan sebuah minibus Isuzu dengan nomor polisi B 7085 KDA yang melaju dari arah Bandung menabrak sepeda motor RZR yang datang dari arah berlawanan.

Kendaraan minibus hilang kendali kemudian terguling dan menabrak mobil X –Trail nomor polisi B1759 FKJ.
Akibatnya pengendara motor, Mediansyah (30), warga Buah Batu tewas seketika di lokasi kejadian.
Sejauh ini, belum diketahui penyebab kejadian. Polisi memintai keterangan pengemudi minibus dan dua penumpang lainnya yang hanya mengalami luka ringan.
Pascakejadian, pihak kepolisian membawa korban  ke Puskesmas Jalan Cagak


Tanjakan Emen Kembali Menelan Korban jiwa

Tabrakan Beruntun di Tanjakan Emen Subang, Satu Orang Tewas

 Lokasi rawan kecelakaan di Tanjakan Emen Subang kembali memakan korban jiwa. Empat kendaraan bermotor terlibat tabrakan beruntun. Satu orang tewas akibat kejadian tersebut.



Pengendara sepeda motor, Mediansyah (30), kehilangan nyawanya setelah diseruduk mobil minibus sarat penumpang. Insiden kecelakaan lalu lintas itu berlangsung di Tanjakan Emen, Jalan Raya Subang-Bandung, Kampung Dawuan, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (2/4/2017), sekitar pukul 09.45 WIB.
Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat minibus silver nopol B 7085 KDA yang dikemudikan Tarmidi Darto (45) melaju dari arah Bandung menuju Subang. Sewaktu melewati Tanjakan Emen di jalan menikung dan menurun, Tarmidi kehilangan kendali.

"Minibus kemudian oleng ke kiri keluar bahu jalan sebelah kiri. Kemudian oleh ke kanan masuk ke jalur jalan arah berlawanan," kata Yudhi saat dikonfirmasi detikcom via pesan singkat.
Waktu bersamaan, sambung Yudhi, datang sepeda motor sport jenis Yamaha RZR bernomor polisi D 3380 IA yang dikendarai Mediansyah. Biker tersebut tak sempat menghindar saat minibus masuk ke jalurnya.

"Sepeda motor kemudian tertabrak dan terdorong oleh minibus sehingga menabrak mobil Suzuki Ertiga yang berada di belakang pengendara motor," katanya.

Minibus yang mengangkut empat orang penumpang tidak juga berhenti. Minibus terus melaju hingga terhenti setelah menghantam mobil Nissan X-Trail yang posisinya berada di belakang mobil Ertiga.

Yudhi menambahkan, akibat insiden tabrakan beruntun ini, seorang biker tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Selain menewaskan Mediansyah, insiden itu juga membuat pengemudi minibus dan empat orang penumpang terluka.
"Dugaan sementara, minibus itu melaju dengan kecepatan tinggi dan lepas kendali saat di TKP," kata Yudhi.